Kamis, 30 Juli 2015

Amanah

Alhamdulillah  kajian kali ini saya ingin membahas tentang amanah,yang mana saya pernah menulis kan status : " kehidupan adalah amanah yang harus
dipertanggungjawabkan pada akhirnya"'
Pernah saya berdiskusi dengan sahabat saya mengenai Amanah.
Seberapa besar kemampuan kita menerima amanah maka sebesar itu pulalah rejeki atau kekayaan kita,.
Kemudian bagaimana caranya agar kekayaan kita bisa meningkat , jawaban saya padanya :

Pertama kita harus menerima amanah dengan rasa syukur,kemudian kita menjalankan dengan bersungguh sungguh serta diniatkan bahwa kita diberi kepercayaan oleh Allah swt untuk mendapatkan amanah tersebut dan menjalankan nya. Nah kalau hal tersebut sudah di jalankan maka insyaallah kita layak diberi amanah yang lebih besar dan banyak.
Bukankah Allah di dalam al quran surat Ibrahim ayat 7 berfirman : barang siapa bersyukur atas nikmat Ku maka akan Ku tambah nikmat nya,dan barang siapa ingkar akan nikmat Ku maka rasakan lah azabku yang pedih.
Alhamdulillah itulah bahasan yang saya bagikan,mudah mudahan bisa bermanfaat.
Dengan segala keterbatasan saya mohon di maklumi dan dimaafkan.

Selasa, 10 Juli 2012

majelis dzikir



Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir. Jika mereka mendapati kaum yang selalu berzikir kepada Allah SWT, mereka menyerunya, `Serukanlah kebutuhan kalian.' Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi. Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui), `Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?' Para malaikat menjawab, `Mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau.' Allah berfirman, `Apakah mereka melihat-Ku?' Para malaikat menjawab, `Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.' Allah berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihat Aku?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau.' Allah SWT berfirman, `Apa yang mereka minta?' Para malaikat berkata, `Mereka memohon surga kepada-Mu.' Allah berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?' Para malaikat berkata, `Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.' Allah SWT berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihatnya?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya.' Allah SWT berfirman, `Pada apa mereka memohon perlindungan?' Para malaikat berkata, `Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu.' Allah SWT berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?' Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut.' Allah SWT berfirman, `Kalian Aku jadikan saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.'

Salah seorang dari malaikat itu berkata, `Di dalam kelompok mereka terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk suatu keperluan.' Allah SWT berfirman, `Anggota majelis itu tidak menyengsarakan orang yang duduk bergabung dalam majelis mereka.'"




Jumat, 12 Agustus 2011

TAUBAT

bertaubat sebelum terlambat,
pada dasarnya bertaubat adalah kembalinya seseorang ke jalan yang lurus dan benar,setelah banyak mengalami berbagai kejadian dalam kehidupannya.

Taubat adalah langkah awal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh dengan amal shaleh, bisa dikatakan sebagai pintu menuju kesucian diri.
Karena untuk mendekatkan diri kepada Allah ,kita memang harus bersih diri,agar amal kita mendapatkan RidloNya.

kenapa banyak orang bertaubat di usia senja, mungkin karena merasa masih banyak waktu dan kesempatan untuk bertaubat, atau terlalu mencintai kehidupan dunia yang gemerlap,karena hawa nafsu yang terus menuntut untuk terpuaskan.
.sebelum terlambat marilah kita bertaubat, rasulullah SAW pun selalu beristigfar lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari, kenapa kita yang banyak berlumur dosa tidak segera bertaubat.

Taubat itu sebagai langkah awal untuk membersihkan diri, baik lahir maupun batin.

"Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari semalam lebih dari tujuh puluh kali" (H.R. Bukhari dan Abu Hurairah)


Dengan pembersihan diri dari segala kesalahan dan sifat sifat tercela maka hijab hijab yang membatasi diri dengan Khaliq akan segera terkuak.


Yaa Allah Engkaulah tujuanku, dan keridloan Mu lah yang hamba harapkan.

Minggu, 17 Juli 2011

Ahlak

Alhamdulillah, segala puji hanyalah untuk Allah,
kita memang sebagai hambaNya, tidaklah layak untuk di puji, tetapi kita hanyalah bisa untuk
melakukan tindakan terpuji, tindakan yang termasuk dalam kriteria amal shaleh yaitu tindakan yang seperti di contohkan Rasulullah SAW, yaitu akhlaqul karimah (Akhlaq yang mulia).

Memang sangatlah mudah untuk merangkai kata kata, dan mengucapkan kebaikan atau menyampaikan kebenaran, kalau hanya sebatas ucapan saja, tetapi ada yang lebih utama yaitu melaksanakan apa yang kita ucapkan itu, sehingga lebih bermakna dan lebih bermanfaat , baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang orang disekitarnya.

Pernahkah kita mendengar anjuran Rasulullah : sampaikanlah walaupun satu ayat. Tetapi ada baiknya kita meninjau kembali apakah yang akan di sampaikan itu, sudahkah kita sendiri mengamalkannya. sehingga apa saja yang kita sampaikan itu sudah benar benar kita pahami. sehingga tidak membuat orang salah mengartikannya, dengan berda'wah kepada orang lain seolah-olah dirinyalah yang paling benar, dan cenderung menyalahkan orang lain.( ujub).

Akhlaq yang mulia bila sudah di pelajari dan dipahami dengan benar dan apalagi sudah dilaksanakannya dengan benar maka akan menjadi hiasan bagi dirinya sendiri disamping akan banyak manfaatnya bagi orang lain yang berinteraksi dengan kita.

Dari mana kita memulainya ?
bila dikupas secara mendalam maka pelajaran tentang Akhlaqul Kharimah ini akanlah sangat luas sekali mungkin tidak akan cukup hanya dengan beberapa halaman saja, namun kita bisa memulainya dengan mencari sumber sumber yang berkaitan dengan hal tersebut.Sumber yang paling utama yaitu dengan mempelajarinya dari Al Qur'an dan Hadist. tetapi untuk lebih memudahkannya langkah yang pertamanya adalah memahami tujuan dan manfaatnya dari memiliki akhlaqul kharimah tersebut.
Dan patutlah dingat bahwa tujuan kita dalam mengarungi kehidupan ini , adalah untuk mendapatkan Ridlo Allah SWT.

Yaa Allah , Engkaulah tujuanku, KeridloanMu lah yang kuharapkan.



Rabu, 16 Maret 2011

Al Asmaa-ul Husnaa




"Allah mempunyai ASMA'UL HUSNA nama-nama yang Agung,
Bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang Agung itu.
Dan biarkan sajalah orang yang menodai nama-namanya itu dengan penyelewengan , apapun bentuknya. Sebab mereka toh akan menemukan pembalasan juga sesuai dengan apa yang mereka lakukan" (Q.S. Al A'raaf : 180 )

Al Asmaa-ul Husnaa yang banyaknya sembilan puluh sembilan
bila difahami dan diresapi ma'nanya dengan fikiran yang jernih
dan hati yang bening akan menimbulkan kesadaran dan iman yang mendalam
kepada Allah SWT,sehingga akan membuahkan amal kebajikan didalam kehidupan kita.

Dengan memahami asmaul husna dan merenungkan ma'nanya dan
menghayati isi kandungannya akan membuahkan manusia taat
kepada Allah dan Rasulnya, yang akhirnya akan menjauhi segala
larangan Allah yang tercantum dalam Al.Quran maupun hadist Rasulullah ,
menjadi manusia yang taat beragama dan rajin beribadah.

oleh karenanya marilah kita mulai mempelajari Asmaul husna dan
mulai menghafalnya sesuai dengan anjuran Rasulullah dalam hadist:

Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama,
seratus kurang satu, barang siapa hafal nama-nama itu masuk surga.
( H.R. Bukhari dan Muslim)


Sabtu, 12 Februari 2011

Sendiri di Kesunyian


Sebuah kebaikan, memang lebih baik jika dilakukan tanpa diketahui oleh orang lain. Amal-amal ibadah, utamanya yang sunnah, menjadi sangat bernilai bagi kita, jika kita bisa melakukannya tanpa pengetahuan orang lain. Beribadah, bermunajat, mengadu, berdzikir, membaca ayat-ayat-Nya, sendirian. Tanpa orang lain, siapapun. Mengakui kealpaan, memohon ampun, menyerahkan semua urusan kepada Nya. Tak ada orang lain, siapapun.

Itu sebabnya Allah SWT memerintahkan kita mengisi sepertiga malam terakhir saat paling sunyi dengan memperbanyak ibadah sunnah dan berdo’a. Soal kesunyian ini, Rasulullah SAW juga mengisyaratkan bahwa do’a seorang muslim pada saudaranya, disaat sunyi dan tidak diketahui orang lain, cenderung lebih mustajab dan lebih mudah diterima oleh Allah SWT.

Ibnu Athoillah rahimallah pernah membahas masalah ini lebih jauh dan dalam. Katanya, “Kebanggaan mu bila orang lain melihat kelebihanmu adalah bukti ketidak jujuranmu dalam beribadah. Maka kosongkanlah pandangan orang lain terhadap dirimu. Cukup bagimu pandangan Allah terhadap dirimu tidak perlu kamu tampil dihadapan mereka agar engkau terlihat di mata mereka”. Ibnu Athaillah mengungkapkan sisi-sisi gelap dalam hati seseorang, yang sulit diraba keberadaannya. Ketidak jujuran seseorang dalam beribadah, ternyata bisa dinilai dari perasaan bangga atau tidak bila ada orang lain yang melihat kebagusan ibadahnya.
Semoga Alllah SWT membukakan pintu rahmat ampunan Nya untuk kita semua.

Saudaraku,
Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah mengibaratkan suasana sunyi dan tenang ini sebagai pendingin bagi otak menjadi tempat berfikir. Ia mengatakan, “otak diciptakan dalam keadaan panas ( hangat ) karena digunakan sebagai tempat untuk berfikir.Karena itu di dalamnya harus ada zat pendingin dan ia butuh tempat yang tenang, kokoh, bersih dari kotoron dan noda, sunyi dan terhindar dari keramaian dan keributan. ”Ibnul Qoyyim yang menjadi murid Imam Taimiyah itu lalu menggaris bawahi bahwa pikiran yang bersih, daya ingat yang hebat dan analisa yang tepat itu keluar ketika badan dalam badan tenang, tidak terlalu sibuk dan terhindar goncangan - goncangan yang menyibukan.

Begitulah saudaraku,
Banyak sekali manfaat yang bisa di peroleh dari beribadah dan melakukan amal kebaikan tanpa pengetahuan orang. Para ulama mengatakan bahwa ibadah dan kebaikan yang di lakukan dalam kondisi sunyi, selain bisa lebih memberi kekhusyu’an lebih menigkatkan keikhlasan, juga bisa mengajarkan kita untuk tidak memiliki sikap banyak bicara dalam bekerja dan beramal. Artinya, amal-amal di waktu sunyi, mendidik pelakunya untuk lebih banyak bekerja dari pada berbicara.
Ada istilah menarik tentang hal ini yang di sampaikan oleh Abdul Qodir Al Kailani. Ia mengistilahkan dengan kalimat shumtu sindan, yang berati diamnya rayap. Rayap binatang yang hampir tak pernah berhenti. Pekerjaan yang di lakukan rayap, menurut Abdul Qodir Al kalani, mengajarkan kita bagaimana sikap gigih dan keseriusan bekerja serta melakukan banyak perubahan tanpa peduli apakah pekerjaannya itu diketahui oleh oleh orang lain atau pun tidak. Perhatikannlah kata-katanya, “Yang kuingin dari kalian adalah kerja tanpa bicara. Itu bisa dilakukan oleh orang yang mengerti dan bekerja karena Allah. Bak binatang rayap yang terus menerus menggerogot tanpa kata-kata. Ia berjalan di atas bumi. Ia lakukan perubahan dan pergantian. Tapi bumi tuli terhadap kerja- kerja rayap.” (Al Fathur Rabbani /36-37)

Saudaraku,
Semoga kita bisa terhindar dari suasana yang merusak upaya kita untuk terus menerus melakukan amal salih. Semoga kita terjauhkan dari perilaku yang menghalangi usaha kita dalam menebar kebaikan. Perhatian orang, pembicaraan orang, hingga pujian orang. Karena kita memiliki kelebihan dan kebaikan dimata meraka, bisa menjadi salah satu pintu fitnah. Karena itulah, para salafusalih, umumnya lebih gemar menjadi orang yang tidak dikenal, tapi memiliki prestasi ibadah dan pengorbanan yang sangat hebat. Mereka lebih senang beramal secara diam - diam dan tak di beritakan orang. Mereka lebih suka menjadi prajurit bayangan yang rela berkorban namun tidak di ketahui dan di kenal orang.

Saudaraku,
Hati mirip seperti mata bisa melihat. Demikian yang di katakan syaikh Muhamad Ahmad Ar Rasyid dalam kitab Al Awa’iq. Sebagaimana mata, kemampuan hati dalam melihat berbeda - beda. Ada yang mampu melihat jarak yang jauh. Ada pula yang bahkan tidak mampu melihat benda besar yang ada di hadapan nya. Begitu pun hati, ada yang bisa merasakan kekurangan diri nya yang kecil. Tapi ada juga yang tidak bisa mengetahui aib dan kekurangan dirinya yang besar dan banyak. Kekuatan pandangan hati, sangat kuat kaitannya dengan kekuatan pemahaman dan kekuatan cahaya iman di dalam nya. Hati bisa semakin menurun kualitas dan kekuatan nya, karena kebodohan ilmu dan redupnya cahaya iman oleh kemaksiatan.

Waspadailah pujian yang bisa menurunkan kualitas hati, meraba kekurangan dan aib diri sendiri. Salah satu do’a Ali bin Abi Thalib ra yang terkenal ketika ia mendapat pujian dari orang lain, adalah: ’’Ya Allah, janganlah engkau hukum aku karena apa yang mereka katakan tentang aku. Berikanlah kebaikan padaku dari apa yang mereka sangkakan kepadaku. Ampunilah aku karena apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku.’’

Saudaraku,
Mari tenggelam dalam kesunyiaan. Hanyut dalam keheningan. Mendengarkan setiap tarikan nafas merasakan detak dan irama jantung, bertafakur, bermunajat, berdo’a,beribadah kepada Allah SWT di waktu sunyi. Saat tak ada orang lain yang mengetahui amal - amal kita. Ketika tak satupun orang yang memperhatikan kita………



Jumat, 27 November 2009

IKHLAS:

IKHLAS:
ikhlas itu adalah melakukan segala perbuatan dengan tujuan mendapatkan ridlo Allah,
bukan melakukan segala sesuatu untuk kepentingan diri sendiri atau keluarga.
hal ini bukan berarti kita tidak boleh melakukan segala sesuatu untuk kepentingan diri sendiri atau keluarga,
melainkan harus didasari dalam hati kecil bahwa semua kegiatan itu adalah demi untuk mendapat ridlo Allah.

Jadi apa yang harus di lakukan?
lakukan semua kegiatan sehari hari dengan tujuan beramal shaleh.

Apa kriteria amal shaleh itu?

semua amal kebaikan sesuai dengan tuntunan Al Quran dan sunah rasulullah, termasuk beramal kebaikan untuk diri sendiri dan keluarga.

Jadi maksudnya?

Maksudnya adalah kita melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan keluarga, tidak hanya sampai disitu tetapi harus selalu ingat bahwa tujuan sebenarnya agar kita mendapat ridloNya. hal ini penting agar kita tidak terjerumus kepada langkah langkah yang salah, contohnya adalah ketika kita sedang kepepet dalam kesulitan keuangan dan menemukan jalan buntu, kita mencari pinjaman, dalam pinjaman ini kita sering terjebak dengan yang namanya bunga pinjaman salah salah kita menjalankan apa yang dinamakan riba. dan jelas ini di larang dalam agama, padahal secara logikannya kita tidak merugikan siapa siapa selain diri kita sendiri dan hal itu sangat dilarang , termasuk mendekati apa yang di larang olehNya. nah itulah pentingnya untuk selalu ingat bahwa tujuan yang utama adalah mendapat ridlo Allah SWT.
Bandung 23 November 2009

referensi hadist :

1. Dari Amiril Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khathab bin Naufal
bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin
Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al-Qurasyiy Al-Adawiy ra.,
ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseorang
tergantung dengan apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa
saja yang hijrahnya (dari Mekkah ke Madinah) karena Allah
dan Rasul-Nya. (mekakukam hijrah demi mengagungkan dan
melaksanakan perintah Allah dan utusan-Nya), maka
hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan
diridhai Allah). Tetapi siapa saja yang melakukan hijrah demi
kepentingan dunia yang akan diperolehnya, atau karena
perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sebatas
kepada sesuatu yang menjadi tujuannya (tidak diterima oleh
Allah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr ra., ia berkata
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak
memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa
kalian, tetapi Dia memandang kepada hati kalian.” (HR.
Muslim)

Selasa, 08 September 2009

ALLAH TUJUANKU


Allah tujuanku,

keridloan Mu yang hamba harapkan.

Ibadah

"tidak semata mata Allah menciptakan Jin dan Manusia dengan sia sia melainkan untuk beribadah"

Ibadah adalah mengabdi kepada Allah,
menjadi abdinya,
mengikuti petunjuknya,
menjalankan perintahnya,
menjauhi larangannya.

kalau sudah menjadi abdinya (hambanya) maka semua yang dilakukan olehnya selalu terpantau oleh Allah.

dan bila memerlukan sesuatu maka ia komunikasikan keperluannya ke pada Allah,
melalui doa doa yang dipanjatkan.

manusia terbatas menangkap sinyal sinyal dari Allah,
sehingga selalu bertanya tanya apakah doanya didengar,ataukah tidak,
subhanallah,
Allah maha mendengar,
pasti mendengar setiap doa hambanya.

manusia memerlukan petunjuk ,
apa saja yang diperintahkannya.
dan apa apa sajakah yang dilarang-Nya

petunjuknya ada pada : Al Qur'an,
sunah Rasul.
dan kesucian hati,

kesucian hati adalah ikhlas,
memelihara diri dari hal hal yang menjadikan kekotoran jiwa.
dengan menjauhi penyakit penyakit hati seperti:
iri,
dengki,
hasud,
jail,
sombong dan segala hal hal negatif.

Perbanyak lah amal shaleh,
selalu berpikir positif,
bebuat baiklah,
seiring dengan bertambahnya waktu,
bertambah pula amal kebaikannya.

ini adalah sebuah renungan ku di bulan suci Ramadhan ini.
semoga bermanfaat.
Amien.